研究者詳細

教職員基本情報
氏名
Name
森山 幹弘 ( モリヤマ ミキヒロ , MORIYAMA Mikihiro )
所属
Organization
国際教養学部国際教養学科
職名
Academic Title
教授
専攻分野
Area of specialization

インドネシア文化史

学会活動
Academic societies

東南アジア学会会員(1985.4〜現在に至る)
日本インドネシア学会会員
インドネシア研究懇話会

社会活動
Community services

国立大学法人評価委員会委員

著書・学術論文数
No. of books/academic articles
総数 total number (43)
著書数 books (23)
学術論文数 articles (20)

出身学校
学校名
Univ.
卒業年月(日)
Date of Graduation
卒業区分
Graduation
   Classification2
ライデン大学文学部 2003年06月  未設定 
詳細表示
取得学位
     
学位区分
Degree
   Classification
取得学位名
Degree name
学位論文名
Title of Thesis
学位授与機関
Organization
   Conferring the Degree
取得年月(日)
Date of Acquisition
博士 文学博士(D Litt)  A New Spirit: Sundanese Publishing and the Changing Configuration of Writing in 19th-century West Java  レイデン大学文学部大学院  2003年06月 
修士 文学修士    大阪外国語大学大学院外国語学研究科南アジア語学専攻  1987年03月 
学士 文学士    大阪外国語大学外国語学部インドネシア語学科  1985年03月 
詳細表示
研究経歴
長期研究/短期研究
Long or Short
   Term research
研究課題名
Research Topic
長期研究  インドネシアにおける言語文化をめぐる文化史 

概要(Abstract) インドネシアには多くの民族集団がそれぞれの言語を持ち,それはそれぞれに言語文化を発展させてきた。インドネシアの文学という時に,それらの言語集団の言語文化の営為を総合したものをさす所以である。本研究においては、西ジャワのスンダ語の言語文化を巡る営み,すなわち,文字の使用の変化,口承文化の伝統,出版,読書形態,印刷文化の展開,貸し本文化の広がり,広義のリテラシーなどについて焦点を当てて調査研究を行い,インドネシアの言語文化の有り様のひとつの面を描き出すことを目的とする。 

短期研究  蘭領東インド時代のインドネシアにおける出版文化の形成 

概要(Abstract) インドネシアの出版文化がどのように形成されてきたかを、オランダ植民地時代に遡り研究することが目的である。19世紀のインドネシアは、イスラームの伝統を引くリトグラフの印刷技術を持っていたが、オランダから西洋の印刷技術がもたらされて以降、教科書、雑誌、新聞などをはじめとして多くの出版物が社会に流布していくことになり、近代の出版文化が生まれたと言える。本研究では、20世紀前半の出版物の広がり、民間の出版社、特にインドネシア人の経営する出版社の出現、小説という新たなジャンルの出現、読書という営為の出現、植民地政庁が運営する「民衆図書局」(バライ・プスタカ)の独占的な役割などに注目し、未だオランダの植民地であったインドネシアにおいて印刷文化がどのように形成されていったかを調査し、研究するものである。
 その際に、引き続き西ジャワのスンダ語を話す人々の文化的な営為に注目してスンダ語の出版物の研究を中心におくが、合わせて20世紀になって民族主義運動とともに蘭領東インドの共通言語となっていったムラユ語(マレー語)の出版物にも注意を払いながら研究を進める。またオランダ植民地政庁の公文書を含む文献資料やオランダ語の言説も研究対象とすることで、植民者と被植民者の関係性の中で形成された印刷文化を明らかにしていく。 

詳細表示
著書
年度
Year
著書名
Title of the books
著書形態
Form of Book
NeoCILIUS
   請求番号/資料ID
Request No
出版機関名 Publishing organization,判型 Book Size,頁数 No. of pp.,発行年月(日) Date
2018  ワークブック インドネシア語 第1巻・第2巻・第3巻  共著   
三元社  , B5  , 90 p., 86 p., 104 p.  , 2018/04/20, 07/31, 09/25   

概要(Abstract) インドネシア語の初級から中級の文法書。 

備考(Remarks)  

2017  Cultural Dynamics in a Globalized World  共編著   
Routledge Taylor & Francis Group  , その他  , 930 p  , 2018/01   

概要(Abstract) 執筆論文"Forward Regional Identity and Cultural Heritage", pp. 480-484
Indonesian studies have made a wonderful contribution in academia. A great number of scholars have produced numerous articles and books. Ethnographical descriptions and findings about people and society in Indonesia are global asset and comprise our basis for fieldwork in Indonesia since the colonial period. In fact, such knowledge of local people in their colony was needed for their own interest, namely managing their colony and making the maximal profit from the land and people.
Not only description of Indonesian people and society has been made, but also theory and important concepts have been discovered through researches made by scholars from all over the world. Good examples are Clifford Geertz in the field of anthropology and Benedict Anderson in the field of humanities and social science.
In this paper I explore the problem in the Indonesian studies, which seems not completely free from post-colonial mind-set. The mind-set persists in academia of not only outside Indonesian society but also people inside the society themselves seem to be preoccupied with the academic conventions. I try to suggest an alternative attitude of knowing local cultures in the global age to substitute so-called ‘indigenous studies’. 

備考(Remarks)  

2017  100 tahun Balai Pustaka (1917-2017): Membangun Peradaban Bangsa  共著   
PT Balai Pustaka  , A5  , 168 p  , 2017/09   

概要(Abstract) "Jasa Balai Pustaka dalam pembentukan literacy pada awal abad ke-20: suatu tinjauan dari penerbitan buku-buku berbahasa Sunda", pp. 11-25.
Balai Pustaka meneruskan dan meningkatkan usaha yang ditangani oleh Commissie voor Volkslectuur selama ini ketika lembaga negara ini didirikan pada tahun 1917. Baik Commissie voor Volkslectuur maupun Balai Pustaka tidak hanya berfungsi sebagai percetakan tetapi juga penerbit. Mereka mengumpulkan naskah dalam berbagai bahasa di Hindia Belanda dan menyunting, memasarkan hasil pencetakannya. Dalam pemilihan naskahnya Balai Pustaka melanjutkan usaha Commissie voor Volkslectuur dalam bahasa daerah yang lain seperti bahasa Bali, bahasa Minangkabau dan bahasa Batak. Isi buku penerbitan juga bervariasi: pengumuman pemerintah Hindia Belanda, majalah, buku sekolah, bacaan anak-anak, roman seperti Salah Asuhan dan lian-lain. Dengan usaha ini Balai Pustaka berhasil menyebarluaskan bacaan dan berjasa dalam pembentukan melak huruf atau literacy di masyarakat pribumi.
Makalah ini akan membahas usaha awal Balai Pustaka dalam penerbitan buku-buku bahasa pribumi pada awal abad ke-20. Khususnya peranan dan pengaruh Balai Pustaka dalam percetakan buku dan majalah berbahasa Sunda dibahas dalam kaitan dengan pembentukan kesastraan modern dan literacy pribumi di Jawa Barat.
 

備考(Remarks)  

2016  Traditions Redirecting the Present: Shards of Memory and Instances of Globalisation in Modern Indonesian Cultural Productions since Independence (1945-2015)  共著   
Cambridge University Press  , A5  , 2017/03   

概要(Abstract) Chapter Six"Textual Production in the Midst of Political and Social Change in Indonesia: Readings of Ajip Rosidi’s Anak Tanahair", 1965年にインドネシアで起こった9月30日事件を題材とした一冊の小説を、文化、宗教、政治などの様々な側面から読み直すことで、いかに文学が文化的な多様性を持つインドネシア社会において文化のダイナミズムを生み出す上で重要な役割を担ってきたのかを論じた。 (pp. 151-176)
 

備考(Remarks)  

2015  ことばと社会:アジアのリンガフランカ  共著   
三元社  , A5  , 247 p. (pp. 30-50)  , 2015/10/31   

概要(Abstract) 担当部分:「インドネシア語のリンガフランカとしての役割の変遷」
インドネシア語がインドネシア共和国において担ってきたリンガ・フランカとしての役割を軸にして、まだムラユ語と呼ばれていた植民地時代にまで遡り、インドネシアを中心とする東南アジア島嶼部においては、いつの時代にもムラユ語=インドネシア語がリンガ・フランカとしての役割を担う多言語状況にあったことを明らかにしようとしたもの 

備考(Remarks) 多言語社会研究17号 

2015  Islam dan Regionalisma [Islam and Regionalism]  共著   
PT Dunia Pustaka Jaya  , B4  , 185 p.  , 2015/08   

概要(Abstract) 担当部分:「Bahasa Sunda dalam Berdo’a」本論文ではムスリムがマジョリティーを占めるスンダ人が祈りではどのようにスンダ語を使用するかについて、文化的背景とアイデンティティの保持の観点から論じた。 (pp. 107-116)
 

備考(Remarks)  

2014  Pendidikan Karakter dalam Budaya Sunda dan Jepang: Sebuah Kajian Perbandingan (Character Education in the Sundanese and Japanese Cultures: A Comparative Study)  共著   
Universitas Pendidikan Indonesia  , B4  , 185 p.  , 2015/02   

概要(Abstract) Perbandingan Pendidikan Karakter antara Daerah Sunda di Indonesia dan di Jepang” (「インドネシア・スンダ地方と日本の人格形成教育の比較」)pp. 110 – 125
A Comparison of Character Education between Sundanese Region in Indonesia and Japan (上記論文の英語訳)pp. 126 – 140 

備考(Remarks) 第二期国際化推進事業として実施したインドネシア教育大学と南山大学国際地域文化研究科との3年間の共同研究の成果物として公刊された。 

2013  Semangat Baru: Kolonialisme, Budaya Cetak, dan Kesastraan Sunda Abad Ke-19  単著   
Komunitas Bambu  , B4  , 340  , 2013/05   

概要(Abstract) 2005年に出版された同名書の別の出版社から出された改訂版。 

備考(Remarks)  

2012  民族大国インドネシア: 文化継承とアイデンティティ  共著   
木犀社  , A5  , 365 p (pp. 49-78)  , 2012/9/25   

概要(Abstract) 1章「アイデンティティの拠り所:受け継がれるスンダ語教科書からの考察」(pp. 49-78)を執筆。
スンダ人は彼らの民族言語であるスンダ語をアイデンティティの拠り所として、植民地時代から現在にいたるまで継承してきている。その軌跡をスンダ語教科書を材料として論じた。 

備考(Remarks)  

2011  Words in Motion – Language and Discourse in Post-New Order Indonesia  共編著   
NUS Press  , B5  , 312 p.  , 2012/03   

概要(Abstract) 担当部分:「Regional Languages and Decentralisation in Post-New Order Indonesia: The case of Sundanese」。
政治の変化、特に地方分権化と地方自治の強化が様々な民族集団の言語(地方語と呼ぶ)が国語と並んで使用されているインドネシアにおいて、地方語にどのような影響を与えたのか、西ジャワのスンダ語コミュニティーを例として取り上げ、教育、出版、マス・メディアなどから考察した。(pp. 82-100)
 

備考(Remarks)  

詳細表示
学術論文
年度
Year
論文題目名
Title of the articles
共著区分
Collaboration
   Classification
NeoCILIUS
   請求番号/資料ID
Request No
掲載誌名 Journal name,出版機関名 Publishing organization,巻/号 Vol./no.,頁数 Page nos.,発行年月(日) Date
2018  Masyarakat Multilingual dan Kebijakan Bahasa di Indonesia (Multilingual Societies and Language Policy in Indonesia)  未設定   
E-Proceedings of the 11th Congress of Language  , Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Agency of Language Development and Construction), Ministry of Education and Culture  , pp. 1-14  , 2018/10/29   

概要(Abstract) Dapat dikatakan bahwa Indonesia berhasil untuk mengukuhkan bahasa nasional setelah kemerdekaan dengan suatu kebijakan bahasa. Hal ini bukan hal yang mudah dan wajar tanpa usaha dan perjuangan dengan pemikiran tertentu apabila kita menimbang Indonesia pernah berada di bawah penjajahan lebih dari seratus tahun. Bahasa nasional itu dipilih dan diperjuangkan oleh bangsa baru sampai dijadikan pijakan yang kuat untuk negara merdeka. Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi, bahasa administrasi dan bahasa komunikasi di masyarakat yang majemuk dengan suku bangsa dan etnis. Dapat dikatakan kebijakan bahasa di Indonesia bertujuan untuk menciptakan suatu masyarakat monoglossia. Satu bahasa yang dipilih dan dikembangkan demi keberhasilan solidaritas masyarakat dari segi politik. Dari segi ekonomi bahasa sangat efisien dan efektif apabila negara mempunyai satu bahasa nasional dan administrasi. Baik pemerintahan Orde Lama maupun Orde Baru sama-sama menerapkan kebijakan berbahasa satu tanpa ragu, yaitu Bahasa Indonesialah satu-satunya bahasa untuk digunakan di wilayah Republik Indonesia. Makalah ini pertama-tama mencoba menelusuri keadaan pemakaian bahasa di masyarakat dari zaman Hindia Belanda sampai dengan abad ke-21. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat poliglossia, juga masyarakat yang terdiri atas orang-orang multilingual pada setiap zaman, baik zaman Hindia Belanda maupun masa setelah kemerdekaan. Dalam pembahasan ini daerah Jawa Barat yang dihuni oleh orang Sunda diambil sebagai contoh supaya tergambar situasi kebahasaan dari zaman ke zaman. Dengan singkat makalah ini akan membahas bagaimana Indonesia berhasil menciptakan masyarakat multilingual, bukan masyarakat monolingual, tanpa kekacauan. Berdasarkan sejarah kebahasaan ini akan dibahas wujud proporsi bahasa yang lebih baik antara Bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing untuk abad ke-21. 

備考(Remarks) http://kbi.kemdikbud.go.id/kbi_back/file/dokumen_makalah/dokumen_makalah_1540468489.pdf 

2018  Print culture in Sundanese for 100 years in the Dutch East Indies  未設定   
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra   , Universitas Pendidikan Indonesia  , 18/1  , pp. 1-15  , 2018/04   

概要(Abstract) Sundanese books have been printed since 1850 up to the present . This article tries to draw a configuration of printing books in Sundanese for about 100 years in the Dutch colonial and Japanese occupation period. Printing and publishing books in Sundanese was initiated by the Dutch colonial government for the sake of management of their colony. Schools and books were prepared to educate the ‘indigenous people’ to supply government local officials. In the beginning of the 20th century publishing books were institutionalized into Commissie voor de Inlandsche School- en Volkslectuur (Committee for Indigenous Schoolbooks and Popular Reading Books), a government-subsidised institution that was to provide the growing number of literates in the Indies with ‘good’ and ‘appropriate’ reading materials in 1908. This institution became Balé Poestaka in 1917, which continued to publish Sundanese and other local languages. Besides the colonial government’s publishing, there were a certain number of printed books published by local publishers. 

備考(Remarks)  

2017  インドネシア語基本文法の記述:教材作成のための共同研究からの報告  共著   
インドネシア 言語と文化  , 日本インドネシア学会  , 23号  , pp. 11-25  , 2017/06   

概要(Abstract) インドネシア語の基本教材について本学会において、2011年にはテーマ発表として日本におけるインドネシア語教育の問題点を共有し、どのような課題に対して取り組んで行かなければならないかを議論した。次いで、2013年のテーマ発表では、インドネシア語の会話の授業について、ネイティブ教員の報告を手がかりとして現状の認識と共通課題を議論した。今回の発表は、それらの発表で共有した課題を踏まえて2013年度から開始した科学研究費による研究「日本におけるインドネシア語教材の分析と教材バンクの創設」(2013年度〜2015年度)を終了したことに合わせ、その研究の成果の一部を発表するものである。
 研究成果として目指していたものは、日本のインドネシア語教育機関において、教師が参照することを目的とした基本文法を記述することであった。それは、インドネシア語の運用(読む、書く、聞く、話す)のために必要な基本的な文法であり、応用的な運用能力を身につけていくための基礎を形成する文法項目と位置づけたものである。参照文法という目的を踏まえて、文法を教える際に必要不可欠な言語学に立脚した考え方を説明することを旨としつつ、現在の時点での標準的、基本的と考えられる記述を行った。具体的な記述は、インドネシア語の特性から、接辞法を中心にした形態論と統語論を中心としたものとなっている。今回の発表は、各文法項目の基本的な構成(1. 概要 2. 形態 3. 機能(文法的機能、意味的機能)4. 補足)からなる幾つかの文法項目を例として取り上げ、上記の方針に則って行ってきた3年間余りの共同研究の成果を発表し、インドネシア語を現場で教えている本学会の会員の批判を仰ぐものである。
 

備考(Remarks)  

2015  Poet in an Islamic Community: Cultural and Social Activities of Acep Zamzam Noor in Tasikmalaya  単著   
Studia Islamika, Indonesian Journal for Islamic Studies  , Center for the Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islam University of Jakarta  , 22/2  , pp. 269-295  , 2015   

概要(Abstract) This article brings out the significance of social leader in the time of socio-political change in Indonesia since Soeharto left office in 1998 by describing and analyzing the projects and writings including poems of Acep Zamzam Noor (born in 1960), an activist and poet based in the Pesantren Cipasung (Cipasung Islamic school complex) in Tasikmalaya, West Java. He is respected not by his Islamic knowledge based on learning books, rather by his faith to God and deed based on his own experience. Acep’s oppositional stance in relation to political and religious authorities is manifest in various public projects including political parody and cultural activities in the local community. These respective projects constituted bases for the respect and support from which the institution of the social leader derives its significance in Islamic communities in Indonesia. This article adds to the literature by describing and analyzing an important strand of religious authority. 

備考(Remarks)  

2014  インドネシア語会話の授業について  共著   
インドネシア言語と文化  , 日本インドネシア学会 (Himpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang)  , 20号  , pp. 1-11  , 2014/05/24   

概要(Abstract) 日本におけるインドネシア語の会話の授業の運営は、ほとんどの教育機関において、もっぱらネイティブの教員に委ねられてきたのではないか。つまり、インドネシア語教育の全体のカリキュラムの中での位置づけに基づいて、文法や作文などの授業との位置づけがなされないまま行われてきたのではないだろうか。インドネシア語科目のコーディネーターは、会話の授業で使われている教科書され知らず、どのような運営が行われているのかも把握していないということもあるようである。
 また、会話教材の開発について、他の科目とのリンクが考えられて作成されていることもあまり多いとは思われない。会話の授業を担当する専任教員あるいは非常勤の教員とのコミュニケーションを行い、インドネシア語教育に携わる教員が議論し、それぞれの教材を検討し、有機的な関係をもつ教材を作成することがなされなければならない。
 さらには、外国人に対して会話の授業をした経験のないネイティブの教員への必要な指導や訓練なども行っていないのが現状である。教育経験のない教員に対しては十分なガイダンスや引き継ぎを行った上で、授業を任せるのでなければ、会話の授業を初めて担当する教員は戸惑うばかりである。近年では外国語教授法という語学教育の分野の研究も成果が出されてきており、インドネシア語教育に取り込むことができる教育法もあると思われる。果たして、実際の教育現場でどのような会話の授業の実践が行われているのか、現状の認識を行うことから始める必要がある、というのが今回の発表の出発点である。いわば、これまでほとんど議論してこなかったテーマをインドネシア語教育に携わる教員や研究者間で議論を呼びかけることが目的である。
 

備考(Remarks) 共著者:森山幹弘、サフィトリ・エリアス、モハンマド・ウマル・ムスリム、降幡正志、原真由子 

2014  Post-authoritarian diversity in Indonesia’s state-owned mosques: A manakiban case study  共著   
Journal of Southeast Asian Studies  , National University of Singapore  , Vol. 45/no. 2  , pp. 194-213  , 2014/05   

概要(Abstract) これまであまり関心が払われてこなかったインドネシアのイスラームの公共性の高まりを考察するとともに、地方社会が選挙を通して民主化していくプロセスを西ジャワのタシクマラヤ市を例に検討した。とりわけ政府が運営するイスラーム組織が弱体化していること、どのようなイスラームの慣習が抑圧されているかを明らかにした。 

備考(Remarks) with Greg Barton, Linda Hindasah and Julian Millie 

2013  Potensi, Prospek dan Sumbangan Karya Sastera dalam Teknologi dan Industri Kreatif Masa Kini di Jepun(「現代日本における創造的技術と産業を活用した文学作品の潜在力、展望と貢献」)  未設定   
Portal eSeminar  , Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia  , 2013/13  , pp.1-13  , 2013   

概要(Abstract) Dalam dekade terakhir ini terasa pengaruh perkembangan teknologi yang belum pernah dialami dunia sebelumnya. Tidak terkecuali perkembangan itu terjadi di masyarakat Asia dengan inovasi teknologi atau penyebaran komputer, telepon genggam, tablet dan internet di semua sudut masyarakat. Di bidang kesasteraan, perkembangan teknologi tersebut, khususnya teknologi digital, sering dikatakan akan mengubah sarana-sarana untuk belajar, membaca, dan menulis, dan juga kebiasaan membaca dan menulis. Apakah benar pengaruh perkembangan teknologi dan industri kreatif masa kini tak terhindar sehingga cara membaca dan menulis pun ikut berubah? Kalau memang terjadi perubahan seperti itu sejauh manakah kreasi karya sastera telah dan akan berubah?
Kertas kerja ini akan meneliti perkembangan sarana-sarana membaca dan perubahan kebiasaan membaca sebagai salah satu akibat dari perkembangan teknologi tersebut di masyarakat Jepun. Kedua, akan membahas apakah terjadi perubahan karya sastera Jepun baik segi isi maupun segi bentuk, dan kalau hal itu memang terjadi, sejauh mana terjadi perubahan tersebut. Pembahasan dalam kertas kerja ini juga akan mencakup isu baru yang sedang dirancang untuk memperkenalkan buku pelajaran digital di sekolah-sekolah di Jepun. 

備考(Remarks)  

2012  インドネシア語教育の活性化のために  共著   
インドネシア 言語と文化  , 日本インドネシア学会  , 第18号  , pp. 2-10  , 2012/09   

概要(Abstract) 日本におけるインドネシア語教育はどのような対策を採ることが必要とされているのか。今後も18歳人口の減少が続き大学の教育・研究環境は厳しさを増していくこと、さらにはインドネシア語教員の再生産が現状のままでは難しいことに正面から向かい合う必要があることを認識し、国内に散らばっている教育機関の教員が協力し、どのような対策を採ることが可能なのかを論じた。 (pp. 2-5, 10) 

備考(Remarks)  

2012  大学生による学生支援活動が社会人基礎力、職業キャリア・レディネスや学校生活充実度に及ぼす影響  共著   
アカデミア 人文・自然科学編  , 南山大学 南山学会  , 第4号  , pp. 83-94  , 2012/06/30   

概要(Abstract)  

備考(Remarks)  

2011  Urang Sunda Ceuk Batur (外国人が見るスンダ人)  単著   
Cahara, Bumi Siliwangi Majalah Pendidikan UPI  , Universitas Pendidikan Indonesia  , No. 8  , pp. 19 – 25  , 2011/06   

概要(Abstract) Tulisan kecil ini mencoba melihat siapa orang Sunda. Dengan kata lain, bagaimana orang Sunda diidentifikasi di antara suku bangsa-suku bangsa lain di Indonesia. Kita akan mencermati uraian, gambaran dan kesan yang terdapat dalam pelbagai pandangan, baik pandangan orang asing maupun orang Sunda sendiri. Tidak kurang juga dalam kebijakan pemerintah RI setelah kemerdekaan, dan tentu saja di bidang pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan kurikulum dan buku pelajaran bahasa Sunda, dan lain-lain.
 

備考(Remarks)  

詳細表示
その他研究業績
年度
Year
題名等
Titles
カテゴリ
Category
細目
Authorship
掲載雑誌名等 Publishing Magazine,発行所 Publisher,巻/号 Vol./no.,頁数 Page nos.,発行年月(日) Date
2010  Revitalizing Regional Language and Decentralization in Indonesia  論文発表、報告書  単著 
Recueil des communications  , CORENS  , 48-54  , Feb 2011   

概要(Abstract)  

備考(Remarks) 2010年9月29-30日にマリ共和国のカイ州で開催されたForum International <Plurilinguismes et Decentralisation>の報告集。29日の会議において論文を発表した。
以下の5団体の共催によって開催された。
Assemblee Regionale de Kayes (ARK)
Union des Communes du cercle de Diema(UCD)
Region Nord-Pas-de-Calais
UNESCO
CORENS 

2010  Indonesian in Japanese Univeresities  招待講演  その他 
National Colloquium on the Future of Indonesian in Australian Universities  , National Teaching Fellow of the Australian Learning and Teaching Council  , 9-11 Feb 2011   

概要(Abstract)  

備考(Remarks) 全豪インドネシア教育の学会において、日本におけるインドネシア語教育の現状について講演を行うとともに、インドネシア語教育の将来について3日間の議論に参加した。 

2010  Sundanese Publishing and the Changing Configuration of Writing in Nineteenh Century  招待講演  その他 
国立インドネシア教育大学大学院  , 2010年8月19日   

概要(Abstract) 研究を行う上で必要なステップについて、特に文化研究の分野に絞って講演した。テーマ、材料の探し方、分析の仕方について話したあと、最後に研究における倫理についても言及した。 

備考(Remarks) 国立インドネシア教育大学の大学院、スンダ文化専攻の博士前期後期課程の学生を対象としたセミナーにおいて講演した。参加者は約30名。 

2010  Sundanese Culture in Globalizastion Era  招待講演  その他 
国立パジャジャラン大学文学部  , 2010年8月18日   

概要(Abstract) 地方のアイデンティティーを保持しつつ、国際的な学問の世界へ羽ばたいていくことの大切さと、その際に留意するべき点を講演した。 

備考(Remarks) 文学部の学部と大学院の新入生を対象として学術講演を行なった。実際の講演はDari Sunda ke Dunia dalam Bidang Akademisと題してインドネシア語で行なった。 

2010  Literary Expressions in Post-Suharto Indonesia  論文発表、報告書  その他 
The Fourteenth Asian Studies Conference Japan (ASCJ)  , ASCJ  , 2010年6月19-20日   

概要(Abstract) Socio-political changes in Indonesia since Soeharto left office in 1998 and the following period of reformasi (reformation) seem to have caused changes in many aspects of Indonesian society. One of the remarkable changes in the period is a freer and more critical expression in literary works. A good example is a prominent poet Acep Zamzam Noor who lives in an Islamic community in West Java. He expressed his sharp criticism and disgust at politics, especially at political leaders and high government officials followed by his social commitment through cultural and socio-political activities. For instance, in the anthology of poems Poligami (Polygamy) published in 2003 he pointed out social problems and stated role of artists or poets in the period of reformation after the end of Soeharto’s regime. It was the period of disorder politically and economically: thousands of political parties tried to get power, jumping of prices, Bali bombing, and so on. This paper will explore the role of literature in the political confusion and also try to discuss relationship between literary expressions and politics in Indonesia by focusing on a poet Acep Zamzam Noor. 

備考(Remarks) 2日目のSession 26: Engaging the Untouchable: Indonesian Writers and the Politically Sensitiveにおいて、論文発表を行なった。 

2010  多言語社会インドネシア:国語政策と「地方語」の位相ースンダ語を例として  招待講演  その他 
インドネシア留学生協会(名古屋支部)  , 2010年10月10日   

概要(Abstract)  

備考(Remarks) 例年、秋に名古屋で開催されている「インドネシア・フェスティバル」において、講演を行った。 

2010  時を彫る男  翻訳  単訳 
新潮  , 新潮社  , 1269号  , 127-137  , 2010/10   

概要(Abstract)  

備考(Remarks) オカ・ルスミニの短編Pemahat Abadの翻訳および原作者の紹介と解説。
この翻訳は、高樹のぶ子編『天国の風』新潮社(2011年2月)に、再録されて出版された。 

2010  Bahasa Sunda dan Islam: Suatu potret 2010  招待講演  その他 
International Workshop on Islam dan Kedaerahan di Jawa Barat: a 2010 snapshot  , Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati and Monash University  , 14 Oct 2010   

概要(Abstract)  

備考(Remarks)  

2009  多言語社会インドネシア:国語政策と「地方語」の位相ースンダ語を例として  論文発表  その他 
東京外国語大学アジア・アフリカ言語文化研究所  , 協同研究プロジェクト「多言語状況の比較研究」  , 7月11日   

概要(Abstract) 平成20年4月から始まった共同研究プロジェクトにおいて、インドネシアの事例を扱うセッションを設定し、他の2名の研究者とともにインドネシアにおける国語政策の功罪と地方語の多様なあり方について発表した。 

備考(Remarks)  

2009  Suatu Perbandingan Media Massa antara Indonesia dan Jepang  講演  その他 
Diskusi Panel held by Departemen Usaha Pendidikan Jurnalistik  , Perusahaan Umum LKBN Antara  , 3 September 2009   

概要(Abstract)  

備考(Remarks)  

詳細表示
学術関係受賞
年度
Year
受賞学術賞名
Name of award
受賞対象となった研究/業績/活動等
Activity for which award given
受賞年月(日)
Date
授与機関
Award presenter
2005  第二回日本学術振興会賞  スンダ近代文学の形成をめぐる文化史研究  2006年03月09日 
日本学術振興会 

備考(Remarks)  

詳細表示
研究発表
年度
Year
題目又はセッション名
Title or Name of Session
細目
Authorship
発表年月(日)
Date
発表学会等名称 Name, etc. of the conference at which the presentation is to be given, 主催者名称 Organizer, 掲載雑誌名等 Publishing Magazine,発行所 Publisher,巻/号 Vol./no.,頁数 Page nos.
2018  Multilingual Societies and Language Policy in Indonesia  未設定  2019/02/04 
School of International Letters and Cultures, Arizona State University   

概要(Abstract) Since its independence, Indonesia has achieved much in terms of promoting and encouraging the spread of its national language. The national language has played a significant role in uniting a diverse number of ethnic groups, each with its own language and culture. In the history of this process governments, both in the Dutch colonial period and after independence, created and implemented language policies for different purposes. Malay in colonial times and Bahasa Indonesia or Indonesian in the independent nation were selected respectively as the communication language and official language of the nation. The language chosen was not that of the colonisers or of the nation’s majority. The other ethnic languages of the archipelago were placed in a subordinate position. As a result, Indonesia has managed to promote the use of a single national language in the years since independence without subjecting the nation to linguistic irresolution and confusion. Interestingly, Indonesia has not become a monolingual society: what has emerged instead is a nation of multilingual peoples.
This paper will briefly consider how multilingual societies were formed in Indonesia over the course of twentieth century, then illustratively turn to explore how language policy has particularly affected the language use of Sundanese society in West Java. It will further be proposed that Indonesia has always been home to a particularly rich and diverse blend of multilingual peoples and cultures – an element which looks very much set to continue into our twenty-first century. Finally, this paper will attempt to outline a possible configuration of languages and societies in the Indonesia of the future. 

備考(Remarks)  

2018  Masyarakat Multilingual dan Kebijakan Bahasa di Indonesia   単独  2018/10/30 
Kongres Bahasa Indonesia XI  , Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Agency of Language Development and Construction), Ministry of Education and Culture  , E-Proceedings of the 11th Congress of Language  , Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Agency of Language Development and Construction), Ministry of Education and Culture   

概要(Abstract) Dapat dikatakan bahwa Indonesia berhasil untuk mengukuhkan bahasa nasional setelah kemerdekaan dengan suatu kebijakan bahasa. Hal ini bukan hal yang mudah dan wajar tanpa usaha dan perjuangan dengan pemikiran tertentu apabila kita menimbang Indonesia pernah berada di bawah penjajahan lebih dari seratus tahun. Bahasa nasional itu dipilih dan diperjuangkan oleh bangsa baru sampai dijadikan pijakan yang kuat untuk negara merdeka. Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi, bahasa administrasi dan bahasa komunikasi di masyarakat yang majemuk dengan suku bangsa dan etnis. Dapat dikatakan kebijakan bahasa di Indonesia bertujuan untuk menciptakan suatu masyarakat monoglossia. Satu bahasa yang dipilih dan dikembangkan demi keberhasilan solidaritas masyarakat dari segi politik. Dari segi ekonomi bahasa sangat efisien dan efektif apabila negara mempunyai satu bahasa nasional dan administrasi. Baik pemerintahan Orde Lama maupun Orde Baru sama-sama menerapkan kebijakan berbahasa satu tanpa ragu, yaitu Bahasa Indonesialah satu-satunya bahasa untuk digunakan di wilayah Republik Indonesia. Makalah ini pertama-tama mencoba menelusuri keadaan pemakaian bahasa di masyarakat dari zaman Hindia Belanda sampai dengan abad ke-21. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat poliglossia, juga masyarakat yang terdiri atas orang-orang multilingual pada setiap zaman, baik zaman Hindia Belanda maupun masa setelah kemerdekaan. Dalam pembahasan ini daerah Jawa Barat yang dihuni oleh orang Sunda diambil sebagai contoh supaya tergambar situasi kebahasaan dari zaman ke zaman. Dengan singkat makalah ini akan membahas bagaimana Indonesia berhasil menciptakan masyarakat multilingual, bukan masyarakat monolingual, tanpa kekacauan. Berdasarkan sejarah kebahasaan ini akan dibahas wujud proporsi bahasa yang lebih baik antara Bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing untuk abad ke-21. 

備考(Remarks)  

2018  Toko Boekoe dalam Budaya Cetak: Penerbitan buku berbahasa Sunda pada awal abad ke-20 (Colonial Print Culture: Sundanese book publishing in the early twentieth century in the Dutch East Indies)  単独  2018/09/07 
Lokakarya Warisan Budaya Indonesia  , Jurusan Sastra Minangkabau (Department of Minangkabau Literature), Fakultas Ilmu Budaya (Faculty of Cultural Studies), Universitas Andalas   

概要(Abstract) Sundanese books have been printed since 1850 up to the present. Printing and publishing books in Sundanese was initiated by the Dutch colonial government for the sake of management of the colony. Schools and books were prepared to educate the “indigenous people” to supply government local officials. In the early 20th century published books were institutionalized into the Commissie voor de Inlandsche School- en Volkslectuur (Committee for Indigenous School books and Popular Reading Books), a government-subsidized institution that was to provide the growing number of literates in the Indies with “good” and “appropriate” reading materials in 1908. This institution became Balai Poestaka in 1917, and continued to publish in Sundanese and other local languages.
Besides the colonial government’s publishing, some printed books were published locally although the number was not as many as Balai Poestaka’s publication. A small number of toko boekoe or book shops was to print, publish and sell Sundanese books in the early twentieth century in West Java. In this paper, I will focus on the publishing business of a publisher called Toko Boekoe M.I. Prawira-Winata in Bandung. By analyzing it’s activities, I discuss the following aspects of print culture in colonial setting: the way of distributing or selling, right of the author on publication, and growing reading interest and readership. This article attempts to draw another picture of book printing in Sundanese by focusing on the indigenous publishers and a print culture nurtured along with the book publication in the colonial setting, particularly from 1910s to 1920s. However, this article will not discuss the publication of periodicals in that period, which will be discussed in another article. 

備考(Remarks)  

2018  Pemahaman Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dan Jepang (Understanding culture in learning Indonesian and Japanese languages)  単独  2018/09/06 
Fakultas Ilmu Budaya (Faculty of Cultural Studies), Universitas Andalas   

概要(Abstract)  

備考(Remarks)  

2018  Pengajaran BIPA di Jepang: dari sudut pandang lintas budaya (Issues on Teaching Bahasa Indonesia for Japanese Students from Cross-cultural Perspective)  単独  2018/09/05 
International Seminar on Cultural Literacy in Language, Art, and Literature Education  , Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Jakarta   

概要(Abstract) Teaching a foreign language demands that considerable attention be paid to the cultural background of its learners. This holds true regarding the teaching of Indonesian to Japanese students in Japan as in the case of BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). This paper will explore a number of related issues from a cross-cultural perspective while taking into account the notion of “Internalizing Culture, Intercultural, and Cross-cultural Competences through Language, Art, and Literature Education” under the main theme of this International Seminar on Cultural Literacy in Language, Art, and Literature Education. On the basis of careful observation after teaching Indonesian at various levels and institutions in Japan for nearly 30 years, the following two pre-requisites for successful language learning may be readily discerned: (1) the importance of a thorough understanding of Indonesian culture when Japanese students learn Indonesian as a foreign language (2) the importance of a comprehensive understanding of Japanese culture for Indonesian teachers when teaching Indonesian to Japanese students. It will also be suggested how Indonesian teachers might incorporate these points into their teaching methodology and how the relevance of an instructor’s cross-cultural competence should not be underestimated. At the same time, this paper suggests that learning a language is not only about learning its grammar, phonology and so forth, but also about acquiring the culture of the target language. The teaching and learning of Indonesian should aim to enhance a mutual understanding–and appreciation–of our two different cultures. 

備考(Remarks)  

2018  Pembelajaran Bahasa Melayu di Jepun pada Zaman Awal (Malay Learning in the Early Times in Japan)  単独  2018/05/07 
Fakulti Bahasa dan Komunikasi (Faculty of Language and Communication), Universiti Pendidikan Sultan Idris, Perak, Malaysia   

概要(Abstract) Orang Jepun mula mempelajari Bahasa Melayu pada akhir abad ke-19 . Pada awal abad ke-20 baru dibuka sekolah-sekolah untuk mengajar bahasa Melayu dan buku pelajaran bahasa Melayu pula diterbit. Mulalah sejarah pembelajaran bahasa Melayu dan dilanjutkan bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia di Jepun.
Tujuan pembelajaran bahasa Melayu berubah-rubah tergantung pada kebutuhan masyarakat atau kebijakan pemerintah Jepun dari masa ke masa. Kebutuhan itu tercermin pada tempat pembelajaran dan jumlah dan kandungan penerbitan buku-buku pelajaran dan kamus-kamus. Dalam makalah ini akan dibagi lima masa, yaitu 1. Permulaan pembelajaran bahasa Melayu; 2. Pembelajaran Bahasa Melayu sebelum selesai perang; 3. Pembelajaran Bahasa Malayu selepas perang; 4. Boom pembelajaran bahasa-bahasa asing; 5. Pembelajaran bahasa-bahasa asing pada abad ke-21.
Setiap masa di atas mempunyai ciri khas masing-masing. Cukup menarik untuk melihat ciri-ciri itu sebagai latar belakang pembelajaran bahasa Melayu. Setiap masa akan ditinjau dari sekolah-sekolah bahasa Melayu, guru-guru bahasa Melayu dan buku-buku pelajaran dan kamusnya. Isi buku pelajaran pun sangat menarik sebab kalimat-kalimat di buku mencerminkan keadaan masyarakat dan tujuan pembelajaran bahasa Melayu.  

備考(Remarks)  

2018  Perkembangan dan Cabaran Masa Hadapan Masyarakat Jepun (Development and Challenge of Japanese Society in the Future)  単独  2018/05/07 
Fakulti Sains Kemanusiaan (Faculty of Human Science), Universiti Pendidikan Sultan Idris, Perak, Malaysia   

概要(Abstract) Japan has experienced a rapid decrease of population. The population of 127 million in 2017 will possibly shrink 30 % to 90 million in 2025. The shape of demography is a small bottom of young people and a large top layer of elderly. A quarter of the population constitutes people of over 65 years and children of under 15 years constitutes a half of elderly in 2017. The main reason of this distorted demography (called Syoushi Koureika in Japanese) has been caused by decreasing of children. The total fertility rate or the average number of babies a woman will bear is 1.44 in 2016 and the number of babies born in the year became less than 1 million for the first time since 1899. Another reason is extending of human life. The Japanese live a longer life because of the progress of medical science and the better living condition.
This rapid demographic change has caused social issues such as decreasing of work force, increasing of social security revenue and reducing the number of schools. Japanese government has tackled these social problems and its effort has had an effect to some extent but still more should be done.
 

備考(Remarks)  

2017  110 tahun pembelajaran Bahasa Melayu di Jepun: suatu sejarah persahabatan antara Malaysia dan Jepun  単独  2017/12/19 
Annual ECoFl Symposium, Issues in Economics, Finance and Banking: Past, Present and Future  , Universiti Utara Malayasia   

概要(Abstract)  

備考(Remarks)  

2017  Penerbitan buku berbahasa Sunda selama100 tahun  単独  2017/10/28 
Lustrum Sundanese Studies  , Faculty of Humanities, Universitas Pendidikan Indonesia   

概要(Abstract)  

備考(Remarks)  

2017  Metodologi Penelitian Etnografi  単独  2017/10/27 
Faculty of Humanities, Universitas Pendidikan Indonesia   

概要(Abstract)  

備考(Remarks)  

詳細表示
研究助成
年度
Year
助成名称または科学研究費補助金研究種目名
Name of grant or research classification for scientific research funding
研究題目
Research Title
役割(代表/非代表)
Role
助成団体
Granting body
助成金額
Grant amount
2011  科学研究費補助金  名称検討監修 
研究分担者  日本学術振興会   

研究内容(Research Content) 本研究は、インドネシアを主な研究対象地として、消費様式や生活必需品の共通度、普及度を検証し、それが国民文化や民族文化の形成に果たす役割を明らかにすることを目的とする。従来ナショナリズム等のイデオロギーや教育等の制度面から論じられることの多かった国民文化形成の意識的・意図的な側面に加えて、生活用品の購買・使用という特に国家を意識しない消費行動もまた国民文化形成に大きく寄与していること、また特定の品目においては民族文化が意識的に維持されていることを明らかにする。 

備考(Remarks)  

2010  南山大学パッヘ研究奨励金I-A-2  イスラムとリージョナリズム:インドネシア、西ジャワの文化的実践からの考察 
  南山大学パッヘ研究奨励金委員会   

研究内容(Research Content) 研究助成 

備考(Remarks)  

2009  Discovery Projects of Australian Researh Council  Glocalisation and sub-national Islams in Indonesia: neo-traditionalism, local Islam and the commemoration of regional Islamic legacies 
協力研究者  ARC   

研究内容(Research Content)  

備考(Remarks) 本プロジェクトの採択通知を2009年12月に受け取った。このプロジェクトは2010年6月から助成金の交付を受ける。 

2007  科学研究費補助金  文化の世代間継承に関する文化人類学的研究:インドネシアの事例から 
非代表者  文部科学省  60万円 

研究内容(Research Content) 海外調査費 

備考(Remarks) 2007年度から3年間の研究助成 

2004  南山大学パッヘ研究奨励金I-A-2  メディア・リテラシーと共同体の形成について 
     

研究内容(Research Content) 研究助成 

備考(Remarks)  

2003  国際交流活動助成  「新しい時代精神ー19世紀西ジャワにおけるスンダ語出版と文学の変容」のインドネシア語出版 
  りそな アジア・オセアニア財団   

研究内容(Research Content) 出版助成 

備考(Remarks)  

2003  南山大学パッヘ研究奨励金I-A-2  翻訳と文化の変容:19世紀のインドネシア、スンダ語文化において 
     

研究内容(Research Content) 研究助成 

備考(Remarks)  

2002  隣人を知ろうプログラム  セノ・グミラ・アジダルマの文学 
  トヨタ財団   

研究内容(Research Content) 短編集の翻訳出版 

備考(Remarks)  

2002  南山大学パッヘ研究奨励金I-A-2  翻訳と文化の変容:19世紀のインドネシア、スンダ語文化において 
     

研究内容(Research Content) 研究助成 

備考(Remarks)  

2001  南山大学パッヘ研究奨励金I-A  インドネシア,スンダ近代文学の変容 
     

研究内容(Research Content) 研究助成 

備考(Remarks)  

詳細表示
教育活動
年度
Year
タイトル
Title
内容等
Content
活動期間
Period of Activities
2018  講演 

学科科目「グローバル・スタディーズ概論A/Introduction to Global Studies A」において海外から2名のゲストスピーカー(フィリピン、オランダ)による英語での講演を実施し、学生からは非常に印象深く、刺激を受けたというコメントがあった。それらの講演の内容は、同科目の実施に有機的にリンクして学びを深めることができた。 

2018/11/27, 2019/01/15 
2018  教科書の出版 

2018年度の国際教養学科でのインドネシア語の授業が始まることに鑑みて、3巻からなる『ワークブック インドネシア語』(共著)を出版した。 

2018/04/20, 07/31, 09/25 
2018  演習IIにおける他大学との合同ゼミ 

アジア学科の3年生~4年生ゼミの学生を指導し、ともにインドネシア語を学び、インドネシアを研究対象地域として学んでいる大阪大学と東京外国語大学との3大学合同ゼミを南山大学を会場として継続的に実施している。この合同ゼミは非常に有意義な学びの場となっている。
 

2015/10 ~ 2018/10 
2015  「中級インドネシア語文法」の教科書の編集 

昨年度まで実施した3年間の科学研究費補助金によって実施した「日本におけるインドネシア語教材の分析と教材バンクの創設」の成果を基に、これまで使用していた中級文法の教科書を全面改訂した。 

2016/01 ~ 2016/03 
詳細表示
研究活動/社会的活動
年度
Year
活動名称
Name of activities
活動期間
Period of Activities
2018  インドネシア語スピーチコンテスト  2007/11~2018/11 

活動内容等(Content of Activities) 今回で第11回目のインドネシア語スピーチコンテストの企画、運営をインドネシア学生会名古屋支部の協力を得て、南山大学を会場として実施した。今年度からアジア学科と国際教養学科との合同で主催した。今年も全国から出場者を集め、インドネシア大使館の後援を頂き実施することができ、年中行事として社会的に認知されてきている。 

2006  共同研究プロジェクト 主査  2006年度 

活動内容等(Content of Activities) 東京外国語大学アジア・アフリカ言語文化研究所 所外からの代表による共同研究プロジェクト「インドネシアの国語政策と言語状況の変化」の初年度、9名の共同研究員によって運営し、3回の研究会を開催 

2001  海外研究出張・オランダ  2002/03/03-2002/03/3 

活動内容等(Content of Activities) オランダ国レイデン大学東南アジア・オセアニア言語文化学科および王立地理・言語・民族学研究所図書館(レイデン市)において博士論文のための研究調査を行った。 

2001  海外研究出張・インドネシア  2001/09/01-2001/09/1 

活動内容等(Content of Activities) バンドゥンとジャカルタの図書館において19世紀のスンダ語の出版物についての書誌学的な調査およびインタビューを行った。 

詳細表示
著書・学術論文に関する統計情報
年度
Academic Year
学術研究著書の件数
No. of Academic Books
学会誌・国際会議議事録等に掲載された学術論文の件数
No. of Academic Articles in Journals/Int'l Conference Papers
学内的な紀要等に掲載された学術論文の件数
No. of Academic Articles Pub'd in University Bulletins
学会受賞等の受賞件数
No. of Academic Awards Received
国際学会でのゲストスピーカーの件数
No. of Times as Guest Speaker at Int'l Academic Conferences
国際学会での研究発表の件数
No. of Presentations of Papers at Int'l Academic Conferences
国内学会でのゲストスピーカーの件数
No. of Times as Guest Speaker at National Academic Conf.
国内学会での研究発表の件数
No. of Papers Presented at National Academic Conf.
2018 
2017 
2016 
2015 
2014 
2013 
2012 
2011 
2010 
2009 
詳細表示

2019/06/10 更新