研究者詳細

学術論文
分割表示   全件表示 >>

24 件中 1 - 10 件目

年度
Year
論文題目名
Title of the articles
共著区分
Collaboration
   Classification
NeoCILIUS
   請求番号/資料ID
Request No
掲載誌名 Journal name,出版機関名 Publishing organization,巻/号 Vol./no.,頁数 Page nos.,発行年月(日) Date
2018  Masyarakat Multilingual dan Kebijakan Bahasa di Indonesia (Multilingual Societies and Language Policy in Indonesia)  未設定   
E-Proceedings of the 11th Congress of Language  , Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Agency of Language Development and Construction), Ministry of Education and Culture  , pp. 1-14  , 2018/10/29   

概要(Abstract) Dapat dikatakan bahwa Indonesia berhasil untuk mengukuhkan bahasa nasional setelah kemerdekaan dengan suatu kebijakan bahasa. Hal ini bukan hal yang mudah dan wajar tanpa usaha dan perjuangan dengan pemikiran tertentu apabila kita menimbang Indonesia pernah berada di bawah penjajahan lebih dari seratus tahun. Bahasa nasional itu dipilih dan diperjuangkan oleh bangsa baru sampai dijadikan pijakan yang kuat untuk negara merdeka. Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi, bahasa administrasi dan bahasa komunikasi di masyarakat yang majemuk dengan suku bangsa dan etnis. Dapat dikatakan kebijakan bahasa di Indonesia bertujuan untuk menciptakan suatu masyarakat monoglossia. Satu bahasa yang dipilih dan dikembangkan demi keberhasilan solidaritas masyarakat dari segi politik. Dari segi ekonomi bahasa sangat efisien dan efektif apabila negara mempunyai satu bahasa nasional dan administrasi. Baik pemerintahan Orde Lama maupun Orde Baru sama-sama menerapkan kebijakan berbahasa satu tanpa ragu, yaitu Bahasa Indonesialah satu-satunya bahasa untuk digunakan di wilayah Republik Indonesia. Makalah ini pertama-tama mencoba menelusuri keadaan pemakaian bahasa di masyarakat dari zaman Hindia Belanda sampai dengan abad ke-21. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat poliglossia, juga masyarakat yang terdiri atas orang-orang multilingual pada setiap zaman, baik zaman Hindia Belanda maupun masa setelah kemerdekaan. Dalam pembahasan ini daerah Jawa Barat yang dihuni oleh orang Sunda diambil sebagai contoh supaya tergambar situasi kebahasaan dari zaman ke zaman. Dengan singkat makalah ini akan membahas bagaimana Indonesia berhasil menciptakan masyarakat multilingual, bukan masyarakat monolingual, tanpa kekacauan. Berdasarkan sejarah kebahasaan ini akan dibahas wujud proporsi bahasa yang lebih baik antara Bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing untuk abad ke-21. 

備考(Remarks) http://kbi.kemdikbud.go.id/kbi_back/file/dokumen_makalah/dokumen_makalah_1540468489.pdf 

2018  Print culture in Sundanese for 100 years in the Dutch East Indies  未設定   
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra   , Universitas Pendidikan Indonesia  , 18/1  , pp. 1-15  , 2018/04   

概要(Abstract) Sundanese books have been printed since 1850 up to the present . This article tries to draw a configuration of printing books in Sundanese for about 100 years in the Dutch colonial and Japanese occupation period. Printing and publishing books in Sundanese was initiated by the Dutch colonial government for the sake of management of their colony. Schools and books were prepared to educate the ‘indigenous people’ to supply government local officials. In the beginning of the 20th century publishing books were institutionalized into Commissie voor de Inlandsche School- en Volkslectuur (Committee for Indigenous Schoolbooks and Popular Reading Books), a government-subsidised institution that was to provide the growing number of literates in the Indies with ‘good’ and ‘appropriate’ reading materials in 1908. This institution became Balé Poestaka in 1917, which continued to publish Sundanese and other local languages. Besides the colonial government’s publishing, there were a certain number of printed books published by local publishers. 

備考(Remarks)  

2017  インドネシア語基本文法の記述:教材作成のための共同研究からの報告  共著   
インドネシア 言語と文化  , 日本インドネシア学会  , 23号  , pp. 11-25  , 2017/06   

概要(Abstract) インドネシア語の基本教材について本学会において、2011年にはテーマ発表として日本におけるインドネシア語教育の問題点を共有し、どのような課題に対して取り組んで行かなければならないかを議論した。次いで、2013年のテーマ発表では、インドネシア語の会話の授業について、ネイティブ教員の報告を手がかりとして現状の認識と共通課題を議論した。今回の発表は、それらの発表で共有した課題を踏まえて2013年度から開始した科学研究費による研究「日本におけるインドネシア語教材の分析と教材バンクの創設」(2013年度〜2015年度)を終了したことに合わせ、その研究の成果の一部を発表するものである。
 研究成果として目指していたものは、日本のインドネシア語教育機関において、教師が参照することを目的とした基本文法を記述することであった。それは、インドネシア語の運用(読む、書く、聞く、話す)のために必要な基本的な文法であり、応用的な運用能力を身につけていくための基礎を形成する文法項目と位置づけたものである。参照文法という目的を踏まえて、文法を教える際に必要不可欠な言語学に立脚した考え方を説明することを旨としつつ、現在の時点での標準的、基本的と考えられる記述を行った。具体的な記述は、インドネシア語の特性から、接辞法を中心にした形態論と統語論を中心としたものとなっている。今回の発表は、各文法項目の基本的な構成(1. 概要 2. 形態 3. 機能(文法的機能、意味的機能)4. 補足)からなる幾つかの文法項目を例として取り上げ、上記の方針に則って行ってきた3年間余りの共同研究の成果を発表し、インドネシア語を現場で教えている本学会の会員の批判を仰ぐものである。
 

備考(Remarks)  

2015  Poet in an Islamic Community: Cultural and Social Activities of Acep Zamzam Noor in Tasikmalaya  単著   
Studia Islamika, Indonesian Journal for Islamic Studies  , Center for the Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islam University of Jakarta  , 22/2  , pp. 269-295  , 2015   

概要(Abstract) This article brings out the significance of social leader in the time of socio-political change in Indonesia since Soeharto left office in 1998 by describing and analyzing the projects and writings including poems of Acep Zamzam Noor (born in 1960), an activist and poet based in the Pesantren Cipasung (Cipasung Islamic school complex) in Tasikmalaya, West Java. He is respected not by his Islamic knowledge based on learning books, rather by his faith to God and deed based on his own experience. Acep’s oppositional stance in relation to political and religious authorities is manifest in various public projects including political parody and cultural activities in the local community. These respective projects constituted bases for the respect and support from which the institution of the social leader derives its significance in Islamic communities in Indonesia. This article adds to the literature by describing and analyzing an important strand of religious authority. 

備考(Remarks)  

2014  インドネシア語会話の授業について  共著   
インドネシア言語と文化  , 日本インドネシア学会 (Himpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang)  , 20号  , pp. 1-11  , 2014/05/24   

概要(Abstract) 日本におけるインドネシア語の会話の授業の運営は、ほとんどの教育機関において、もっぱらネイティブの教員に委ねられてきたのではないか。つまり、インドネシア語教育の全体のカリキュラムの中での位置づけに基づいて、文法や作文などの授業との位置づけがなされないまま行われてきたのではないだろうか。インドネシア語科目のコーディネーターは、会話の授業で使われている教科書され知らず、どのような運営が行われているのかも把握していないということもあるようである。
 また、会話教材の開発について、他の科目とのリンクが考えられて作成されていることもあまり多いとは思われない。会話の授業を担当する専任教員あるいは非常勤の教員とのコミュニケーションを行い、インドネシア語教育に携わる教員が議論し、それぞれの教材を検討し、有機的な関係をもつ教材を作成することがなされなければならない。
 さらには、外国人に対して会話の授業をした経験のないネイティブの教員への必要な指導や訓練なども行っていないのが現状である。教育経験のない教員に対しては十分なガイダンスや引き継ぎを行った上で、授業を任せるのでなければ、会話の授業を初めて担当する教員は戸惑うばかりである。近年では外国語教授法という語学教育の分野の研究も成果が出されてきており、インドネシア語教育に取り込むことができる教育法もあると思われる。果たして、実際の教育現場でどのような会話の授業の実践が行われているのか、現状の認識を行うことから始める必要がある、というのが今回の発表の出発点である。いわば、これまでほとんど議論してこなかったテーマをインドネシア語教育に携わる教員や研究者間で議論を呼びかけることが目的である。
 

備考(Remarks) 共著者:森山幹弘、サフィトリ・エリアス、モハンマド・ウマル・ムスリム、降幡正志、原真由子 

2014  Post-authoritarian diversity in Indonesia’s state-owned mosques: A manakiban case study  共著   
Journal of Southeast Asian Studies  , National University of Singapore  , Vol. 45/no. 2  , pp. 194-213  , 2014/05   

概要(Abstract) これまであまり関心が払われてこなかったインドネシアのイスラームの公共性の高まりを考察するとともに、地方社会が選挙を通して民主化していくプロセスを西ジャワのタシクマラヤ市を例に検討した。とりわけ政府が運営するイスラーム組織が弱体化していること、どのようなイスラームの慣習が抑圧されているかを明らかにした。 

備考(Remarks) with Greg Barton, Linda Hindasah and Julian Millie 

2013  Potensi, Prospek dan Sumbangan Karya Sastera dalam Teknologi dan Industri Kreatif Masa Kini di Jepun(「現代日本における創造的技術と産業を活用した文学作品の潜在力、展望と貢献」)  未設定   
Portal eSeminar  , Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia  , 2013/13  , pp.1-13  , 2013   

概要(Abstract) Dalam dekade terakhir ini terasa pengaruh perkembangan teknologi yang belum pernah dialami dunia sebelumnya. Tidak terkecuali perkembangan itu terjadi di masyarakat Asia dengan inovasi teknologi atau penyebaran komputer, telepon genggam, tablet dan internet di semua sudut masyarakat. Di bidang kesasteraan, perkembangan teknologi tersebut, khususnya teknologi digital, sering dikatakan akan mengubah sarana-sarana untuk belajar, membaca, dan menulis, dan juga kebiasaan membaca dan menulis. Apakah benar pengaruh perkembangan teknologi dan industri kreatif masa kini tak terhindar sehingga cara membaca dan menulis pun ikut berubah? Kalau memang terjadi perubahan seperti itu sejauh manakah kreasi karya sastera telah dan akan berubah?
Kertas kerja ini akan meneliti perkembangan sarana-sarana membaca dan perubahan kebiasaan membaca sebagai salah satu akibat dari perkembangan teknologi tersebut di masyarakat Jepun. Kedua, akan membahas apakah terjadi perubahan karya sastera Jepun baik segi isi maupun segi bentuk, dan kalau hal itu memang terjadi, sejauh mana terjadi perubahan tersebut. Pembahasan dalam kertas kerja ini juga akan mencakup isu baru yang sedang dirancang untuk memperkenalkan buku pelajaran digital di sekolah-sekolah di Jepun. 

備考(Remarks)  

2012  インドネシア語教育の活性化のために  共著   
インドネシア 言語と文化  , 日本インドネシア学会  , 第18号  , pp. 2-10  , 2012/09   

概要(Abstract) 日本におけるインドネシア語教育はどのような対策を採ることが必要とされているのか。今後も18歳人口の減少が続き大学の教育・研究環境は厳しさを増していくこと、さらにはインドネシア語教員の再生産が現状のままでは難しいことに正面から向かい合う必要があることを認識し、国内に散らばっている教育機関の教員が協力し、どのような対策を採ることが可能なのかを論じた。 (pp. 2-5, 10) 

備考(Remarks)  

2012  大学生による学生支援活動が社会人基礎力、職業キャリア・レディネスや学校生活充実度に及ぼす影響  共著   
アカデミア 人文・自然科学編  , 南山大学 南山学会  , 第4号  , pp. 83-94  , 2012/06/30   

概要(Abstract)  

備考(Remarks)  

2011  Urang Sunda Ceuk Batur (外国人が見るスンダ人)  単著   
Cahara, Bumi Siliwangi Majalah Pendidikan UPI  , Universitas Pendidikan Indonesia  , No. 8  , pp. 19 – 25  , 2011/06   

概要(Abstract) Tulisan kecil ini mencoba melihat siapa orang Sunda. Dengan kata lain, bagaimana orang Sunda diidentifikasi di antara suku bangsa-suku bangsa lain di Indonesia. Kita akan mencermati uraian, gambaran dan kesan yang terdapat dalam pelbagai pandangan, baik pandangan orang asing maupun orang Sunda sendiri. Tidak kurang juga dalam kebijakan pemerintah RI setelah kemerdekaan, dan tentu saja di bidang pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan kurikulum dan buku pelajaran bahasa Sunda, dan lain-lain.
 

備考(Remarks)  

Page: [<<PREV] [1] [2] [3] [NEXT>>]